Ini Definisi Pendaki Gunung Alay Menurut Netizen

Bagi saya, ‘pendaki gunung’ adalah pendaki gunung. Tidak perlu ada kata imbuh di depan maupun di belakang kata “pendaki gunung”. Semuanya sama dan semua masalah yang kini dan telah terjadi di dunia pendakian Indonesia adalah urusan bersama.

pendaki-gunung-alay

Foto merupakan dokumentasi pribadi penulis

Tapi, setiap orang tentu memiliki pendapatnya masing-masing tentang definisi akan suatu hal, termasuk definisi ‘Pendaki Gunung’. Ataupun yang kerap ramai diperbincangkan saat ini, mengenai ‘pendaki gunung alay’.

Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah postingan menarik oleh seorang netizen di salah satu grup pendakian di Facebook, yang menanyakan tentang definisi ‘pendaki gunung alay’.

pendaki gunung

Foto dari tangkapan layar grup komunitas pendaki di Facebook

Awalnya saya mengira jika pembahasan tentang ‘pendaki alay dan pendaki sejati’ akan membuat beberapa kericuhan. Tapi ternyata tidak juga .Justru diskusi di forum ini memberi sudut pandang baru bagi saya. Ini beberapa diantaranya:

pendaki gunung

Foto Screen Shot

Komentar-komentar ini memang agak jahat, Para Netizen banyak berkomentar tentang pendaki alay, ada yang bilang pendaki alay itu mereka yang cuma selfie saja, lalu ada banyak lagi komentar lain yang menurut saya jahat. Itu sisi yang bia saya rasakan sebagai wanita.

Ada lagi komentar :

pendaki gunung

Foto hasil tangkapan layar grup komunitas pendakian Facebook

Komentar di atas menjelaskan bagaimana dan siapa pendaki sejati. Ada yang bilang, pendaki sejati itu pendaki yang mengerti kode etik pendakian. Lalu, sejenak saya berpikir, bahwa saya wanita yang juga pernah mendaki gunung, menerima pendidikan dasar di organisasi pencinta alam, namun saya belum memahami sepenuhnya kode etik pendaki itu. Apa saya layak disebut sebagai pendaki sejati?

Lalu, jika menuruti kata-kata dalam komentar Sri Budhiantho, mungkin saja saya termasuk dalam kategori pendaki sejati. Ia mengatakan jika pendaki sejati itu orang yang suka mendaki atau berjalan.

***

Sudah saya sebutkan di atas, semua orang memiliki isi pikiran yang berbeda-beda tentang definisi ‘pendaki gunung’. Kadang kita tak sengaja mengkotak-kotakkan sesuatu hal hanya karena kita ‘pendaki gunung’ memiliki kebiasaan yang berbeda.

Perbedaan pendapat, terlebih hanya masalah definisi itu wajar, tapi masalah menaati peraturan di gunung itu yang tak boleh diperdebatkan. Pengelola dan warga lokal tentu tak sembarang membuat peraturan. Pendaki gunung selaku tamu, sudah sewajibnya menaati peraturan yang ada, baik itu pendaki pemula, pendaki veteran, atau pendaki sangat veteran sekali pun.

Saya tetap pada definisi diawal, ‘pendaki’ ya ‘pendaki’, tidak ada kata imbuhan di depan maupun di belakang. Kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang sama-sama kita lakukan. Mari bersama-sama melestarikan dan menjaga ‘rumah’ kita.

Leave a Comment