5 Jenis Olahraga yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi

Squash
Squash (Sumber: Pexels.com)

Olahraga mirip tenis namun dengan memukulkan bola ke tembok ini termasuk olahraga High-Intensity Interval Training (HIIT) atau olahraga intensitas tinggi dalam waktu singkat. Berbeda dengan olahraga menggunakan raket lain seperti tenis lapangan atau bulu tangkis yang tidak seintensif squash, penderita hipertensi masih dibolehkan. Tapi untuk squash, penderita hipertensi harus berhati-hati.

3. Sprinting

sprinting
Sprinting (Sumber: Unsplash)

Lari dengan intensitas ringan tidak akan menimbulkan masalah pada penderita tekanan darah tinggi, bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Jogging secara teratur akan melatih kekuatan otot jantung dan meningkatkan asupan oksigen, sehingga meningkatkan kinerja organ tersebut. Tetapi sprint atau lari cepat jarak dekat sangat tidak dianjurkan. Alasannya sprint akan meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah dengan cepat. Bagi yang tidak terbiasa atau memiliki tekanan darah tinggi tidak dianjurkan untuk mencobanya.

4. Angkat berat dan angkat besi

Angkat berat dan angkat besi
Angkat berat (Sumber:Pexels.com)

Angkat besi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Namun peningkatan tekanan darah bisa sangat drastis, tergantung pada berapa banyak berat yang kamu angkat. Kamu tidak disarankan mengangkat beban jika tekanan darah tidak terkontrol dan lebih tinggi dari 180/110 mm Hg. Jika tekanan darah kamu sedikit lebih tinggi dari 160/100 mm Hg, mungkin masih dimungkinkan, hanya saja perlu ditanyakan kepada dokter sebelum memulai program angkat berat.

5. Scuba diving

 Scuba diving
Scuba diving (Sumber: Unsplash)

Meskipun scuba diving bukan olahraga kompetitif yang membutuhkan kondisi kesehatan atletik, namun tetap saja ada persyaratan-persyaratan medis tertentu. Hal ini karena kondisi di bawah air yang sangat spesifik. Jangankan menyelam, berendam dalam air saja sudah dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Saat berada di bawah air, darah lebih banyak tertarik ke jantung sehingga berdampak pada peningkatan tekanan darah. Paparan dingin dan peningkatan tekanan parsial oksigen selama scuba diving juga akan meningkatkan tekanan darah akibat pembuluh darah menyempit. Selain itu, menarik dan menahan napas secara berulang saat menyelam, dapat menyebabkan perubahan pada irama jantung.

Jadi intinya, apapun jenis aktivitas fisik atau olahraga yang memiliki intensitas sangat tinggi dan cepat, sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi. Kegiatan semacam itu dapat dengan cepat meningkatkan tekanan darah dan menempatkan jantung pada kondisi penuh ketegangan.

Kegiatan seperti scuba diving bisa berbahaya jika tekanan darah kamu dapat naik tidak terkendali. Kamu harus mendapatkan izin dari dokter jika ingin mecoba melakukannya. Penderita hipertensi sebaiknya memilih olahraga dengan intensitas ringan atau sedang, misalnya bersepeda, jalan cepat, berenang, atau menari. Ini adalah pilihan olahraga yang sangat baik untuk hipertensi.

Leave a Comment