3 Penyakit Berbahaya yang Mengintai Para Pendaki Gunung

Meski menyenangkan, ternyata mendaki gunung menimbulkan penyakit berbahaya yang bisa mengincar para pendaki, seperti berikut ini. 

Saat ini, mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang begitu menyenangkan. Bahkan, aktivitas tersebut pun dijadikan sebagai hobi sekaligus zona wisata yang banyak digemari anak muda.

Pasalnya, mendaki gunung tak hanya menawarkan ketenangan saat berada di atas puncaknya saja. Mendaki gunung juga memberikan kesenangan tersendiri bagi pendaki karena bisa menikmati keindahan alam secara jelas.

Meski begitu, aktivitas mendaki gunung ternyata cukup berbahaya. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang dilansir dari Kompas.com mencatat adanya peningkatan kecelakaan yang terjadi pada pendaki gunung sepanjang tahun 2015—2019, seperti tergelincir hingga kematian.

Dari kecelakaan yang terjadi, setidaknya ada beberapa penyakit berbahaya saat pendakian yang mengindai pendaki gunung.

Hipotermia

Kondisi di sekitar gunung memang terkenal dingin. Dengan cuaca dingin yang ada di sekitar gunung itu, tak sedikit dari para pendaki yang merasa sulit untuk menyesuaikan diri lingkungan gunung yang dingin.

Ketidakmampuan menyesuaikan diri inilah yang bisa berimbas pada serangan hipotermia. Biasanya hipotermia terjadi saat suhu tubuh berada di bawah 35 derajat celcius.

Orang yang terkena hipotermia akan menunjukkan penurunan suhu tubuh yang terbilang drastis. Bahkan, bila sudah parah, pendaki yang terkena hipotermia bisa hilang kesadaran dan sulit dikendalikan.

Baca juga: Selusin Panorama Alam dan Aktivitas Seru Wisata di Gunungkidul

Bila kondisi ini terjadi pada Anda, Anda harus mencari tempat yang kering, yang terlindung dari angin dan air. Lalu, bungkus tubuh dengan sleeping bag dan konsumsilah minuman yang hangat dan manis.

Acute Mountain Sickness

Acute Mountain Sickness atau AMS adalah penyakit gunung yang terjadi karena minimnya kadar oksigen saat berada sedang melangsungkan pendakian. Umumnya,  AMS bisa terjadi saat Anda bermalam di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pendaki yang terkena AMS akan menunjukkan kadar oksigen dan tekanan udara di tubuh yang cukup tinggi. Selain itu, saat mendaki gunung, ada baiknya tidak terburu agar oksigen dan tekanan udara di dalam tubuh dapat melakukan penyesuaian dengan kondisi lingkungan yang baru.

Baca juga: Aroma Pgunungan yang Bikin Betah di Mobil MBW

Namun, sebagai sebuah penyakit, AMS bisa dikenali dengan mudah. Gejala yang muncul saat para pendaki terkena AMS dapat berupa sakit kepala, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, dan sesak nafas.

Penanganan yang pertama yang bisa dilakukaan saat Anda atau teman-teman pendaki lainnya terkena AMS ialah dengan turun ke tempat yang lebih rendah dan hentikan pendakian sampai tubuh kembali vit lagi.

Frostbite

Penyakit berbahaya berikutnya yang kerap mengincar pendaki gunung adalah frostbite. Frostbite secara umum menyerang bagian tubuh yang kurang terlindungi dan terpapar udara secara langsung, seperti jari tangan, hidung, kupi, dagu, dan pipi.

Bahaya yang timbul dari frostbite ini ialah dapat membuat jaringan tubuh Anda menjadi beku. Bahkan, ketika tubuh membeku, pendaki  tidak akan merasa apa-apa saat disentuh. Atau dengan kata lain frostbite membuat Anda mati rasa.

Akan tetapi,  terkait penyakit frostbite ini, Tjahjadi Nurtantio, guide pendaki gunung dari DAKS Die Welt der Berge (German Alpine and Climbing School) yang dilansir dari Detik.com menerangkan, kasus frostbite di Indonesia cukup jarang. Hal itu disebabkan suhu udara gunung di Indonesia tidak begitu dingin dibanding gunung suhu gunung di luar negeri.

Meski begitu, untuk mengatasi frostbite, penanganan yang bisa dilakukan ialah dengan tidak melakukan amputasi secara langsung. Anda bisa menghangatkan bagian tubuh dengan air hangat yang suhunya sekitar 40 derajat celcius dan, ibarat kulit mati, bagian tubuh yang mengalami frostbite akan terkelupas dengan sendirinya.

Jadi, saat Anda sedang mendaki gunung, sedapat mungkin persiapkanlah bekal yang matang dan pahami penyakit bahaya mendaki gunung seperti di atas, ya.

Leave a Comment