Pendaki Gunung di Era Digital, Seperti Apakah?

Sekarang ini semua serba digital. Era digital memaksa manusia meninggalkan perangkat kuno dan segera beralih ke peralatan yang lebih mudah, praktis, dan efektif.

Peradaban era digital pun dialami setiap individu di bumi. Apapun pekerjaan atau hobi Anda sekarang tidak mungkin bisa lepas dari pengaruh teknologi. Seorang pegiat kegiatan alam bebas juga mengalami era ini. Pesepeda, pemanjat dinding, penyelam, dan pendaki gunung memperlengkapi diri mereka dengan berbagai kecanggihan alat.

Dulu sekitar tahun 1963, para pendaki harus membawa ransel yang berat dengan frame aluminum dan dikencangkan di bagian punggung. Kini, ransel yang digunakan pendaki sudah lebih nyaman dan ringan. Beberapa merk ternama menciptakan backpack untuk kenyamanan penggunanya agar leluasa bergerak.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah sudahkan para pendaki gunung Indonesia memanfaatkan segala kecanggihan teknologi yang ada?

Beberapa ransel ternama dengan kualitas super yang sering dipakai pendaki menjadi bukti bahwa pendaki gunung Indonesia sudah melek teknologi.

Fakta lain memperlihatkan bahwa pendaki gunung sudah memaksimalkan fungsi smartphone untuk membantu mereka survive. Beragam aplikasi yang muncul pada smartphone semakin memudahkan pendaki. Kompas, peta topografi, tata cara survive di gunung semua tersaji.

Tidak hanya itu saja, pendaki masa kini juga sangat mudah mendapatkan informasi cuaca atau keadaan gunung hanya melalui ponsel mereka.

Ponsel pun semakin meringankan beban pendaki gunung. Karena semua peralatan kecil penambah beban pendakian sudah tergantikan dengan satu ponsel kecil pintar. Cukup satu ponsel pintar di kantong, semua hal yang dibutuhkan ada disana. Bagaikan kantong ajaib doraemon, satu benda yang memiliki beragam peralatan didalamnya.

Jika baterai ponsel sudah mulai lemah, kecanggihan powerbank bertenaga surya bisa digunakan. Tidak harus mengisi daya menggunakan listrik. Hanya membutuhkan cahaya matahari. Sangat praktis dan efektif bukan?

Peralatan naik gunung canggih pun sudah umum dijumpai. Sebagai contoh adalah Eton Scorpion. Gadget kecil yang digunakan di alam bebas ini bisa digunakan untuk berkomunikasi melalui pesawat radio. Alat ini memiliki fungsi seperti walkie-talkie. Kelebihan lain dari gears ini adalah bisa diisi ulang menggunakan sinar matahari. Jadi, alat ini memang sangat cocok untuk dibawa berkegiatan di alam bebas.

Lalu, lengkapi juga peralatan mendaki Anda dengan SteriPen Water Purifier. Sebuah gadget berteknologi tinggi yang berfungsi untuk memurnikan air. Tentu alat ini sangat berguna ketika Anda menjelajah hutan.

Membaca semua penjelasan diatas, pendakian tampak menjadi sebuah aktivitas mudah.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah semua gadget canggih itu sudah cukup membantu pendaki bertahan di tengah alam bebas ?

Bertahan hidup di alam liar bukan hanya tentang menemukan arah jika tersesat, meminta bantuan, dan mengatasi bahaya mengancam yang datang dari luar.

Hidup di alam bebas yang sangat jauh dari peradaban memaksa Anda untuk terus hidup dengan segala keterbatasan. Bagaimana Anda tetap hidup dengan logistik yang semakin menipis? Bagaimana Anda tetap hidup sedang persediaan air bersih sudah habis? Bagaimana cara Anda melindungi dari serangan hewan liar? Smartphone, seperti namanya, memang pintar untuk meminimalisir peralatan yang harus dibawa. Namun, smartphone Anda kurang cukup berfungsi untuk mengatasi rasa lapar saat di hutan. Kenyataannya, mendaki dengan bantuan kecanggihan ponsel saja masih belum cukup.

Tidak cukup dengan ransel canggih, tenda anti badai terbaru, atau jaket waterproof. Lebih dari itu, para pendaki gunung membutuhkan ‘hal’ canggih lain untuk bertahan hidup, yaitu mental dan fisik terlatih.

Mental dan fisik mumpuni untuk mendaki tak akan didapat hanya dengan bergantung pada gadget-gadget canggih. Butuh latihan intensif untuk mendapatkannya.

***

Pengetahuan bertahan hidup, mental, serta fisik prima adalah dasar dari ilmu pendakian. Bermunculannya gadget canggih tentu sangat menolong kita, namun bergantung sepenuhnya pada gadget-gadget itu nampaknya bukan ide bagus. Tetap asah otak, latih fisik, dan uji mentalmu!

Leave a Comment