Biar Anakmu Keren, Yuk Intip Tips Pasangan Pendaki yang Terapkan ‘Traveling’ Sebagai Sarana Pembelajaran Anak

“Pada saat itu, anak kami Inara baru berusia 4 bulan, itu adalah pertama kalinya kami mengajak dia traveling ke sebuah Curug di Tasikmalaya, Jawa Barat”

Setiap pasangan yang memiliki hobi jalan-jalan pasti selalu memiliki keinginan untuk traveling bersama anak mereka. Entah hanya untuk mengenalkan alam sekitar, atau malah membiasakan anak agar bisa menjadi partner bagi orangtuanya yang suka jalan-jalan.

Perkenalkan, pasangan pendaki yang punya tujuan unik ajak anak liburan

pasangan pendaki

Ibetz, Inara dan Bang Goray. Foto oleh Arifin Goray

Hidup di Jakarta memang nggak banyak yang bisa dinikmati kecuali kemacetan dan mall serta arena bermain anak yang ramainya minta ampun kalau lagi long weekend.

Pasangan pendaki, Arifin Goray dan sang Istri Ibetz yang kebetulan hidup di Jakarta dan menjadi karyawan kantor perbankan tak pernah kehabisan akal untuk bisa membuat anak mereka tumbuh menjadi anak yang lebih berani dan berempati pada sekitar dengan cara unik yaitu dengan mengajak sang anak liburan ke alam.

“Awalnya, kami ingin ngisi waktu liburan bersama anak dengan cara menyenangkan tapi juga bisa sambil belajar..Dan akhirnya kami ajak Inara liburan di tempat yang bernuansa alam,seprti pantai dan pegunungan..” Ujar Bang Goray

Meskipun baru menjadi Papa&Mama muda, tapi pasangan pendaki ini berhasil mengajak anak untuk bertemu alam sejak usia 4 bulan

pasangan pendaki

Arifin Goray dan Inara di Air Terjun di Tasikmalaya. Foto oleh Arifin Goray

Bagi setiap Mama&Papa muda yang baru memiliki baby mungkin akan was-was saat membawa anak traveling untuk pertama kalinya. Itu jugalah yang dirasakan Bang Goray saat memutuskan untuk membawa sang anak, Inara traveling untuk pertama kalinya.

“Awalnya kami juga ragu, ya namanya orang tua pasti punya keresahan sendiri apalagi anak masih umur 4 bulan dan saat itu kami baru jadi Papa&Mama muda, eh ternyata alhamdulillah dia menikmati perjalanan dan gak rewel sama sekali,” Ujar Bang Goray

Bagi Para Mama&Papa muda yang sedang dilema menentukan kapan waktu terbaik ajak anak untuk traveling, coba deh cara Bang Gorey ini.

Berawal dari hobi orangtua, Inara kini tumbuh jadi anak yang mudah bergaul

pasangan pendaki

Inara sedang Camping. Foto oleh Arifin Goray

Traveling memiliki manfaat bagi anak usia dini. Bang Goray sendiri mampu melihat banyak perubahan besar pada anak pertamanya, Inara sejak diajak traveling.

“Tujuan kami mengajak Inara liburan adalah untuk mengajari dia keberanian, meningkatkan kemandiriannya, melatih kecerdasan motorik, belajar menghargai dan mengerti perbedaan (karena negeri kita ini kan sangat kaya dengan ragam budaya dan bahasa), menghargai kearifan lokal setiap tempat yang dia kunjungi dan juga yang terpenting adalah mengajari dia menjaga dan mencintai alam sedini mungkin,”  Ujar Bang Goray pada Phinemo

Lewat traveling, Inara tumbuh menjadi anak yang pemberani, hal paling berkesan dalam perjalanan traveling Bang Goray dan Inara adalah saat mengajak Inara ke Kalibiru, Jogja dan naik ke atas pohon yang tingginya lebih dari 5 meter. Bukannya takut, Inara malah cekikikan tanpa rasa takut mekipun saat itu ia baru berusia 1 tahun 2 bulan.

pasangan pendaki

Arifin Goray dan keluarga di atas pohon di Kalibiru, Jogja. Foto oleh Arifin Goray

“Semenjak sering diajak traveling Inara jadi anak yg periang dan lebih aktif serta peka terhadap orang disekitarnya,” 

Wah, keren ya.. ternyata traveling memang benar-benar merubah anak menjadi sosok yang berbeda. Salut ya buat Inara!

Tips buat Kamu yang ingin liburan menyenangkan layaknya keluarga kecil Bang Goray

pasangan pendaki

Inara sedang narsisi. Foto adalah dokumentasi pribadi Arifin Goray

Liburan bersama anak tak melulu menyenangkan, karena yang diajak bukanlah orang dewasa yang bisa makan dan tidur sendiri. Bang Goray dan sang Istri punya tips unik untuk membuat perjalanan traveling bersama sang anak menjadi lebih berkesan dan menyenangkan.

1. Membawa pakaian anak sesuai dengan iklim tempat

“Pakaiandisesuaikan dgn iklim tempat, bawa pakaian yg berbahan kuat tetapi tetp nyaman dipakai inara, seperti pakaian berbahan katun n menyerap keringat, jaket terutama n celana panjang gunanya untuk melindungi dari cidera karna Inara termasuk anak yg aktif bgt apalagi di outdoor.” Tips dari Bang Goray

2. Jangan lupa membawa mainan anak dan cemilan

“Biasanya kan kalau balita suka bosenan, jadi jangan lupa bawa mainan yang biasa dimainin di rumah dan cemilan yang biasa dia makan untuk menghindari anak lapar di perjalanan,” Tambah Bang Goray

3. Penting: bawa susu dan termos!

“Balita gak jauh dari susu, jadi ini wajib dibawa dan jangan lupa termosnya untuk bikin susu karena kita perlu air yg hangat atau panas saat membuat susu” Jelas Bang Goray

4. Bawa obat-obatan juga untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan

“Ini juga sangat penting, karena cidera bisa datang kapan saja, jangan lupa bawa obat penurun pas dan obat diare juga, karena perubahan iklim di alam bikin balita lebih rentan terserang penyakit,”

Lahir anak ke-dua, pasangan pendaki ini akan ajak anak mengikuti jejak sang kakak, Inara

pasangan pendaki

Foto Inara, ayah, dan ibu di pantai. Foto adalah dokumentasi pribadi Arifin Goray

Meskipun keduanya kini masih bekerja di perusahaan perbankan, namun pasangan pendaki yang baru saja dikaruniai anak kedua sudah berencana untuk mengajak sang anak untuk liburan layaknya sang kakak, Inara.

***

FYI, pasangan ini memang punya hobi yang sama sejak muda, yaitu mendaki gunung. Karena visi dan misi yang sama akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dan membuat foto-foto prewed di Gunung Guntur layaknya para pasangan pendaki. Bahkan untuk merayakan hari bahagianya, mereka mendaki ke Gunung Prau, Dieng paska pernikahannya. Wih… So sweet ya!

Leave a Comment