Berapa Ketinggian Gunung Everest, 8.844 atau 8.848 Mdpl?

Berapa Ketinggian Gunung Everest, 8.844 atau 8.848 Mdpl?

Gunung Everest (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.id – China membantah mengubah ketinggian Gunung Everest. Pasalnya, jumlah pendaki yang mengajukan izin untuk menggapai puncak tertinggi di dunia itu dari Tibet, China, menurun drastis.

Dilaporkan Xinhua, seorang pejabat badan pemetaan, survei, dan geospasial China yang meminta identitasnya tak disebutkan, mengatakan, pihaknya tidak pernah dalam kondisi apa pun mengubah ketinggian Everest, seperti disahkan sejak 2005, yakni 8.844,43 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketinggian Gunung Everest versi China dan Nepal berbeda beberapa meter karena perbedaan prinsip dalam menentukan titik puncak.

Pernyataan itu disampaikan untuk merespons laporan The New York Times, yang mengutip pernyataan mantan Direktur Asosiasi Mountaineering Nepal, Tshering Sherpa, bahwa China telah mengubah ketinggian Gunung Everest sejak tahun lalu.

Penyebabnya, jumlah pendaki yang mengajukan izin dari Tibet, China, menurun, lantaran perbedaan angka di sertifikat yang mereka terima.

Titik perdebatan terletak pada apakah ketinggian puncak gunung didasarkan dari batu di puncak atau ketebalan saljunya.

Menurut Tshering, Beijing telah mendesak Kathmandu dan organisasi pendaki gunung itu untuk mengakui hasil temuannya bahwa ketinggian Puncak Everest didasarkan pada ujung batu tertinggi yakni 29.017 kaki.

Namun Nepal berpendapat bahwa ketebalan salju seharusnya juga dihitung, yakni lebih tinggi 4 meter. Dengan demikian, ketinggian Gunung Everest versi Nepal adalah 8.848 meter atau 29.029 kaki.

“China mengubah hasil temuannya sendiri pada tahun lalu setelah para pendaki yang mengajukan izin untuk mendaki dari sisi utara menurun drastis,” kata Tshering.

Pejabat badan pemetaan China menegaskan, ketinggian Everest versi negaranya masih sesuai dengan hasil penghitungan pada 2005. Dia menganggap penghitungan versi China lebih akurat, ilmiah, legal, serta sudah digunakan sebagai standar nasional.

“Ketiggian itu dihitung dari batu di puncak tertinggi Gunung Everest,” kata dia, dikutip dari South China Morning Post, Senin (12/2/2018).

Disebutkan pula bahwa angka 8.844 sudah digunakan sebagai patokan standar internasional dalam pemetaan, geosains, dan cuaca, di China.

Terletak di Himalaya, di perbatasan antara China dan Nepal, Gunung Everest -dikenal dengan nama Sagarmatha di Nepal dan Qomalongma di Tibet- memiliki puncak tertinggi di dunia, meski penentuan ketinggian puncaknya masih diperdebatkan hingga kini.

Para pendaki lebih suka mendaki dari sisi Nepal karena mendapat sertifikat dengan catatan puncak lebih tinggi dibandingkan milik China.

Editor : Anton Suhartono

Leave a Comment